Jumat, 06 April 2018

Tentang Hujan dan kenangan

Hujan. Pernahkah kau mengingati sesuatu tentang hujan ? Tentang perasaan berbahagia dengan orang terkasih, misalnya. Atau mungkin tentang peristiwa menyedihkan. Sehingga tanpa sengaja air mata meleleh begitu saja di pipi. Atau ketika amarah melanda tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Atau mungkin..., cerita konyol yang buat kita tersenyum-senyum sendiri. Pernahkah kau mengingatinya di kala hujan turun?
Sayangnya, hujan banyak membawakan kenangan buruk. Perih, luka, duka, serpihan hati berceceran entah kemana. Tangisan, membenamkan senyuman. Air mata membekukan tawa. Wajah pun tiada berseri terkikis oleh hati yang pilu. Hujan dan kenangan seolah jiwa yang disatukan. Benarkah begitu?
Hujan. 
Seperti tulisan ini.
Jangan pernah jatuh cinta pada saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. 
Pernahkah kau berpikir bahwa hujan akan selalu memiliki kenangan? Tentu saja. Hujan membawa banyak sekali air dari awan beserta kenangan di dalamnya. Menawarkan banyak kisah perjuangan sekaligus pengorbanan. Tentang kita. Tentang kenangan kita.
Mereka jatuh ke tanah tanpa ada seorang pun yang bisa mengendalikannya. Kita, hanya bisa menunggunya sampai tak ada lagi air menetes. Benar-benar berhenti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @aprillcs