Aku selalu menanti detik-detik itu, saat langit berubah jingga, terpancar lembayung begitu indah dan senja selalu kunikmati dengan kesendirian dan kesunyian, begitulah caraku menikmati senja. Penutup rutinitas yang selalu ku jalani dalam hari .
“Tentang Senja, Hanya waktu yang mempertemukan”
Sedikit keakrabanku dengan senja.
Aku artikan senja sebagai teman berbagiku tentang asa, karena senja tak pernah menjatuhkan tentang asa yang ada pada diriku dan seolah aku berbincang dengan senja, kau tau itu? sangat menyenangkan.!
Aku berkata pada senja, “hari ini aku lelah, hati ini terasa sakit, gelisah dan marah, entah apa yang salah dan siapa yang salah, aku sangat lelah senja”.
Senja pun tersenyum dan berkata, besok coba kau susuri kota dengan berjalan kaki.
Aku hanya terdiam, dan merenung apa maksud sang senja.
Selang beberapa menit senja pergi meninggalkanku dan kini saatnya aku menikmati waktu dengan kekasihku sang malam.
Namun saat ini aku hanya termenung dalam ruang, dan malam pun mengerti apa yang sedang ku rasakan dan malam hanya sepi menemaniku hingga mata ini terlelap dalam kelelahan.
Keesokan harinya.
Selesai semua rutinitas, aku tengadahkan pandaganku ke langit, ternyata aku telat, senja telah menungguku sejak tadi,
Dan sang senja berkata,” aku akan menemanimu menyusuri kota.
Dan aku mengarahkan pandangan ke depan dan mulai melangkah menyusuri kota.
Tak ada yang aneh yang ku lihat, seperti biasa mesin-mesin berjalan, lampu-lampu kota mulai menyala, dan lalu lalang saudaraku yang sedang mencari nafkah di jalan seperti tukang asongan, pengamen, anak jalanan, pengemis, dll.
Lama ku berjlana pandanganku tertuju ke berbagai arah, lika-liku mataku tetap memperhatikan sekitar, saat aku lihat dua orang anak kecil sedang memakan nasi bungkus satu dan dimakan berdua, aku langsung sadar apa maksud sang senja.
Ketika aku ingin mengatakan bahwa aku mengerti maksudmu senja, aku tengadahkan wajah ke langit dan ternyata sang senja sudah pergi meninggalkanku seperti biasa tanpa pamit dan menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar